2015, Baznas Tergetkan penghimpunan Zakat Rp 4.2 Triliun


Semarang (lazisunnes.org)- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Menargetkan 4.2 Triliyun ditahun 2015, adapun penghimpunan zakat ditahun 2014 terhimpun skitar 2.77 Triliyun. Ternyata angka itu masih sangat kecil di bandingkan dengan potensi zakat di indonesia yaitu sebersar Rp 217 triliyun pada setiap tahunnya ini berasarkan riset Baznas bersama IPB dan Islamic Development Bank (IDB).
“Tahun 2014, perolehan zakat melalui amil zakat mencapai Rp2,77 triliun. Pada 2015, target zakat terkumpul Rp4,22 triliun,” kata Teten Kustiawan, Direktur Pelaksana Baznas, di Jakarta,

Dalam penghimpunan Zakat Baznas tidak bisa menghimpun sendiri akan tetapi lembaga amail zakat yang membantu dalam penghimpunan ini. "untuk menggali potensi zakat di indonesia, kita akan bergandengan dengan berbagai pihak," kata ketua umum Baznas Prof. Dr. Didin Hafidhuddin di Jakarta, pada tasyakuran Milad Baznas ke-14 pada sabtu (17/10).

Lanjut Prof. Didin Hafidhuddin, potensi zakat yang  sangat besar itu hingga mencapai Rp217 triliun per tahun. Namun demikian angka tersebut samar karena tidak terlaporkan melalui amil-amil zakat.
“Yang tertulis, terlaporkan zakat di Baznas daerah Rp2,77 triliun. Banyak yang tidak terlaporkan seperti di pesantre-pesantren, masjid-masjid, panti asuhan dan banyak lagi,” ujar Beliau.

Masyarakat, menurut beliau, banyak belum mempunyai pemahaman pentingnya penyaluran zakat melalui amil zakat. “Mereka lebih senang ke Mustahik langsung,” katanya.

“Kita terus jalan saja, tidak akan counter itu. Kita akan buktikan saja bahwa zakat dari amil zakat lebih dapat tersalurkan dengan baik dan bermanfaat,” ujar Beliau.

Meski demikian, menurut dia, pertumbuhan penerimaan zakat semakin baik, mencapai 15,3 persen per tahun. Dan angka itu semakin meningkat.

(Tupri/GMralu)
Share on Google Plus

About Rumah Amal Lazis Unnes

Rumah Amal Lazis Unnes merupakan organisasi sosial kemanusiaan profesional di lingkungan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Bertujuan untuk memberdayakan ummat dan mengejawantahkan ajaran Islam sebagai rahmatan lil'alamin.